Biji Kopi Hijau Sumatra Mandailing

Biji Kopi Hijau Sumatra Mandailing

Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling adalah kopi Arabika yang secara tradisional ditanam di dataran tinggi wilayah Mandailing di Sumatra utara (dan seringkali dari daerah Gayo/Lintong di dekatnya) dan dihargai karena cita rasanya yang dalam, kompleks, dan rendah asam. Biji kopi ini hampir selalu diproses menggunakan metode pengupasan basah (giling basah) khas Indonesia, biji kopi dikupas pada kadar air tinggi dan kemudian diselesaikan hingga kadar air ekspor, yang menghasilkan biji kopi padat, sedikit hijau kebiruan, dan berkontribusi pada karakter khas yang bersahaja, herbal, dan bergetah.

Aroma khas kopi Mandheling meliputi cokelat hitam, cedar/tembakau, buah kering atau kismis, rempah-rempah halus, dan tekstur kental dan penuh dengan keasaman rendah yang cerah, menjadikan Mandheling sangat baik untuk sangrai gelap single-origin dan sebagai dasar dalam campuran espresso yang berat. Biji kopi Mandheling sering kali disortir/dinilai secara manual (biji kelas 1 umum ditemukan), dikirim dengan kadar air target sekitar 10–12.5%, dan dikenal menghasilkan sangrai dua warna. Biji kopi ini toleran terhadap tingkat sangrai yang lebih gelap dan seringkali menunjukkan hasil terbaik saat hampir mencapai atau mendekati retakan kedua untuk perkembangan rasa manis dan sangrai yang seimbang.

Kisaran harga: $18,00 hingga $19,60 / kg

Harga eceran. Harga grosir tersedia untuk pembeli grosir.

Tertarik dengan produk ini? Hubungi kami di WhatsApp kapan saja di + 62 811-6380-606 atau email info@specialtycoffee.id

Deskripsi

Di antara banyak varietas kopi Arabika terkemuka yang ditanam di Indonesia, Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling menonjol karena kekayaan, nuansa, dan cita rasa regionalnya yang unik. Tanah vulkanik, iklim lembap, dan metode pertanian tradisional yang digunakan untuk menanam biji kopi ini di daerah dataran tinggi Sumatera Utara menjadi faktor utama yang menciptakan profil rasa yang terkenal. Sumatra Mandheling secara luas diakui di kalangan pemanggang kopi karena menawarkan konsistensi dan keunikan dalam pilihan biji kopi hijau.

Dibudidayakan di ketinggian yang biasanya berkisar antara 1,100 hingga 1,500 meter di atas permukaan laut, Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling berkembang perlahan, memungkinkan senyawa kompleks terbentuk di dalam biji. Petani kecil sangat penting bagi produksi kopi karena mereka menggunakan metode manual untuk memetik dan mengolah biji sehingga sifat-sifat bawaannya tetap terjaga. Lambung basah Proses pengolahan inilah yang membuat asal daerah ini begitu terkenal. Proses inilah yang memberikan cita rasa unik pada Sumatra Mandheling.

Spesifikasi Fisik dan Kualitas Biji Kopi

Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling umumnya memiliki ukuran saringan 15–18, memberikan keseragaman yang baik untuk pemanggangan. Konsistensi ini mendukung distribusi panas yang merata, membantu pemanggang mencapai profil pemanggangan yang terkontrol dan dapat diulang. Biji kopi ini biasanya mempertahankan kadar air maksimum sekitar 12–13%, memastikan stabilitas selama penyimpanan dan pengangkutan sekaligus melindungi kesegaran dan integritas aroma.

Para produsen dengan cermat mengontrol toleransi cacat sehingga biji kopi ini memenuhi standar kualitas khusus sekaligus tetap praktis secara komersial. Struktur padatnya memberikan kekuatan dan memungkinkan para pemanggang kopi untuk bekerja pada berbagai profil pemanggangan, dari pemanggangan sedang hingga gelap. Hal ini menjadikan Sumatra Mandheling pilihan yang baik untuk berbagai teknik pemanggangan.

Aroma, Rasa, dan Profil Tubuh

Aroma biji kopi hijau Sumatra Mandheling dalam dan menggoda, sering digambarkan sebagai aroma tanah, herbal, dan sedikit manis. Setelah dipanggang, profil rasa kopi ini mengungkapkan lapisan kakao, rempah-rempah, dan sedikit nuansa kayu. Keasaman rendah yang dipadukan dengan tekstur yang kaya dan kental menciptakan rasa di mulut yang halus dan bulat yang mendefinisikan pengalaman klasik dari jenis biji kopi ini.

Karakteristik rasa yang kaya ini membuat kopi ini sangat menarik bagi para penikmat kopi yang menyukai cita rasa yang kuat namun seimbang. Sensasi akhir yang bertahan lama dan tekstur yang kental memungkinkan kopi ini berperforma sangat baik sebagai kopi single origin atau sebagai komponen dasar dalam campuran kopi. campuran premium.

Asal, Jenis, dan Penggunaan Aplikasi

Berasal secara eksklusif dari Indonesia, Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling 100% Arabika dan menampilkan kekuatan warisan kopi Sumatera Utara. Keasamannya yang rendah secara alami dan kekentalannya yang kuat membuatnya serbaguna di berbagai metode penyeduhan, termasuk espresso, French press, dan pour-over manual. Karena performanya yang andal dan profilnya yang khas, para pemanggang kopi spesial, kafe, dan produsen komersial sering memilih biji kopi Sumatra Mandheling untuk memberikan karakter, konsistensi, dan daya tarik pasar yang luas.

spesifikasi

  • Asal: Daerah Mandheling (Aceh Tengah, Tapanuli Utara, dan dataran tinggi sekitarnya), Sumatera Utara, Indonesia
  • Jenis Biji Kopi: 100% Biji Kopi Arabika (varietas Mandheling)
  • Tingkat Sangrai: Sangrai Sedang hingga Gelap (paling umum untuk menonjolkan kekentalan dan rasa manis)
  • Ukuran: Sedang hingga besar, biji arabika memanjang dengan struktur padat.
  • Aroma: Beraroma tanah, herbal, seperti kakao, dengan sentuhan kayu cedar, rempah manis, dan tanah hutan yang lembap.
  • Profil Rasa: Kaya dan lembut dengan sentuhan cokelat hitam, kakao, gula merah, rempah-rempah lembut, nuansa herbal yang halus, dan sentuhan akhir yang bersih dan bersahaja.
  • Keasaman: Rendah hingga rendah-sedang, lembut dan bulat.
  • Tekstur: Penuh, kental, dan lembut di mulut.

karakteristik

  • Asal Usul Asli Mandheling: Bersumber dari daerah dataran tinggi Sumatera Utara yang secara tradisional dikaitkan dengan kopi Mandheling, di mana tanah vulkanik, suhu dingin, dan kelembapan tinggi menciptakan kondisi pertumbuhan ideal untuk biji Arabica yang padat dan kaya rasa.
  • Arabica dengan Karakter Khas Sumatra: Berbeda dengan Robusta asal Indonesia, Mandheling sepenuhnya Arabica namun dikenal karena kekentalannya dan keasamannya yang rendah. Kombinasi ini menjadikannya unik di antara kopi Arabica dan sangat dihargai karena kedalamannya, bukan kecerahannya.
  • Pengolahan Basah Tradisional (Giling Basah): Sebagian besar biji kopi hijau Sumatra Mandheling diolah menggunakan metode pengupasan basah. Teknik lokal ini berkontribusi pada kompleksitas rasa khas kopi yang bersahaja, kekentalan yang lebih baik, dan keasaman yang lembut, yang membedakannya dari kopi Arabika yang diolah dengan metode pencucian.
  • Cocok untuk Dipanggang dan Konsisten: Biji kopi Mandheling sangat cocok untuk dipanggang dengan tingkat kematangan medium dark. Ini meningkatkan rasa manis cokelat, aroma rempah yang lembut, dan tekstur di mulut sambil menjaga keseimbangan dan menghindari rasa yang terlalu kuat.
  • Profil Rendah Keasaman dan Nyaman: Keasaman alami yang lembut membuat kopi ini halus, mudah diminum, dan cocok untuk konsumen yang lebih menyukai rasa yang kaya tanpa rasa tajam atau buah-buahan.
  • Struktur Rasa yang Serbaguna dan Andal: Dikenal dengan profil rasa cokelat yang dominan, earthy, dan sedikit herbal, Sumatra Mandheling menghadirkan cita rasa yang kuat namun halus, dan sangat cocok sebagai kopi single origin, dasar espresso, atau komponen campuran premium.

Skema Deskripsi

  • Skor Bekam: 83-84 untuk tingkatan 1
  • Waktu dari Bunga hingga Menjadi Buah: 9 Bulan
  • Produksi (Kg/Ha): 800 hingga 1500
  • Optimal
  • Suhu: 13 hingga 28 ° C
  • Curah Hujan Optimal: 100 hingga 3000 mm
  • Ketinggian: 1100 hingga 1500 dari Permukaan Laut (dl)
  • Jenis Tanah: Tanah Hitam / Tanah yang Terbentuk dari Bahan Muda sangat Subur, Vulkanik, dan Mengandung Mikronutrien Penting bagi Tanaman.
  • Negara Asal: Indonesia
  • Area Produksi : Berastagi, Sidikalang, Dolok Sanggul, Dolok Saribu, Lintong, Borong-borong, Tobasa, Sipirok, Mandailing
  • Kandungan Kafein: 0.8 hingga 1.4%
  • Bentuk Biji: Datar dengan Garis Tengah yang Jelas
  • Karakter Rebusan: Asam & Cokelat
  • Metode Panen : Mekanis dan Petik Tangan
  • Metode Pengolahan: Metode Semi-cuci

Informasi tambahan

Berat 1 kg
Kelas

FTO Kelas 1, Mandheling Organik Kelas 1, Kelas Tinggi, Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, Kelas 3 Khusus, Kelas 4, Kelas 5, Kelas 6, Kelas Rendah/Piksel

Tipe

Kacang Hijau, Kacang Panggang, Bubuk

Review

Tidak ada ulasan.

Jadilah yang pertama mengulas “Biji Kopi Hijau Sumatra Mandheling”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Program Terkait