Uraian Teknis
Kopi Gayo Honey Green Beans adalah salah satu kopi Arabika paling khas Indonesia. Kopi ini sering dihargai karena rasa manisnya, rasa asamnya yang bersih, dan teksturnya yang halus dan padat. Ditanam di dataran tinggi vulkanik Aceh yang subur, terutama di Takengon, Bener Meriah, dan Angkup, kopi ini tumbuh subur di tanah vulkanik yang kaya nutrisi. Suhu ideal 18–28°C dan curah hujan yang melimpah antara 1,000–2,500 mm menghasilkan biji kopi yang konsisten dan kaya rasa, yang dipercaya oleh para pencinta kopi spesial di seluruh dunia.
Salah satu keunggulan Kacang Hijau Madu Gayo adalah rasa spesialnya proses madu, sebuah metode khusus pengolahan kopi yang diakui, bukan sebuah bahan. Dalam metode ini, kopi dikupas untuk menghilangkan kulit luarnya, tetapi lapisan lendir yang lengket sengaja dibiarkan menempel pada biji kopi. Biji kopi kemudian dikeringkan di atas bedengan atau teras luar. Lendir alami menciptakan lapisan mengkilap seperti madu. Tidak ada madu asli yang digunakan; namanya sering merujuk pada tekstur dan rasa manis yang dihasilkan oleh proses ini. Semakin banyak lendir yang tertinggal pada biji kopi, semakin pekat rasa manis dan body-nya, sehingga muncul klasifikasi seperti madu kuning, madu merah, dan madu hitam.
Metode pengolahan ini memberikan profil rasa yang hangat dan ekspresif pada Biji Kopi Hijau Gayo Honey. Nikmati aroma madu dengan sentuhan buah yang ringan, rasa karamel yang kaya, dan keasaman sedang-terang yang menambah kejernihan. Bodinya penuh dan halus, didukung oleh sentuhan cokelat, bunga, dan karamel yang halus. Dengan skor cupping 82–88, biji kopi ini secara konsisten memenuhi standar kualitas spesial sekaligus menawarkan karakter serbaguna yang cocok untuk pemanggangan ringan dan sedang.
Untuk roaster, kafe spesial, dan merek private label yang menginginkan profil Indonesia yang berkesan dan seimbang. Kacang Hijau Madu Gayo memberikan rasa manis alami, aroma yang kuat, dan kelas khusus Kualitas cangkir. Pilihan unik untuk meningkatkan kualitas sajian apa pun.
spesifikasi
- Produk yang tersedia: Biji kopi hijau.
- Tipe: Arabika
- Ukuran Layar: 15-18
- Kelembaban: Maks 12%
- Triase: 7-9%
- Nilai Cacat: Maksimal 10%
- Skor Cupping: 82-88
- Tahun Panen: 2025
- Ukuran Lot: 200
- Ukuran Tas: 60 KG
- Pengemasan: GrainPro Liner
- Sertifikasi: Perdagangan Adil, Organik, USDA, Rain Forest Alliance, Halal
karakteristik
- Aroma/Aroma: Manisnya madu dengan sedikit aroma buah
- Rasa: Kaya, manis dengan sedikit karamel dan sedikit keasaman
- Keasaman: Sedang, cerah
- Body : Penuh, halus
Skema Deskripsi
- Waktu dari Bunga hingga Menjadi Buah: 8-9 Bulan
- Produksi (Kg/Ha): 800 hingga 1500
- Suhu Optimal: 18 hingga 28°C
- Curah Hujan Optimal: 1000 hingga 2500 mm
- Ketinggian: 1000 hingga 1500 dari permukaan laut (dpl)
- Jenis Tanah: Tanah vulkanik subur kaya akan unsur hara mikro
- Negara Asal: Indonesia
- Daerah Produksi : Aceh (Takengon, Bener Meriah, Angkup, Sukarame, Bies, Jagung, Sabun, Pondokbaru); Bali (Tabanan); Jawa Timur (Tlogosari, Argopuro)
- Kandungan Kafein: 0.8 hingga 1.4%
- Bentuk Biji : Datar dengan garis tengah yang jelas
- Karakter Stew: Keasaman sedang, coklat, bunga, karamel, dengan body kuat namun lembut
- Cara Panen : Panen manual dan mekanis
- Metode Pengolahan: Proses Madu (Pulped Natural)



