Deskripsi
ELB Green Dino menawarkan cerita terperinci yang dibentuk oleh musim yang cerah, tanah yang subur, dan siklus pertumbuhan yang panjangPetani di Indonesia menjalani proses sembilan bulan dari bunga hingga buah matang. Perjalanan panjang ini membangun kekuatan alami dalam setiap benih. Karena kacang tumbuh di tanah vulkanik yang kaya dengan nutrisi mikro yang kuat, kacang ini mendapatkan kekuatan yang stabil dan aroma lengan yang mendukung rasa cerah dengan kedalaman yang halus. Sifat utama kacang ELB Green Dino berasal dari cuaca seimbang dengan suhu antara tiga belas hingga dua puluh delapan derajat. Rangkaian lembut ini mendukung pertumbuhan lambat yang memperkuat minyak alami dan meningkatkan keharuman lembut. Curah hujan antara seratus hingga tiga ribu milimeter membentuk padang lembap yang menyuburkan setiap pohon. Sementara itu, tanah yang subur meningkatkan aroma buah alami. Biji Kopi Hijau ELB Green Dino mencerminkan harmoni ini dengan sentuhan asam yang bersih dan kehangatan cokelat yang lembut.Pemrosesan Berkelanjutan dan Terperinci
Setiap batch kacang ELB Green Dino mengikuti aturan yang jelas serangkaian spesifikasi Dibentuk oleh praktik yang konsisten selama bertahun-tahun di Indonesia. Petani memanen antara delapan ratus hingga seribu lima ratus kilogram per hektar. Ini menunjukkan produktivitas yang tinggi tanpa tekanan pada lahan. Biji kopi tumbuh paling baik pada ketinggian sebelas hingga seribu lima ratus meter di atas permukaan laut, dan ketinggian ini memperkaya rasa dan aromanya. Skema deskripsi ini menekankan pertumbuhan segar, penanganan yang detail, dan pemrosesan yang bersih. Para petani membimbing setiap pohon dari awal mekar hingga buah matang dalam waktu sembilan bulan, dan pertumbuhan yang lambat ini menciptakan lapisan rasa yang stabil.Kesimpulan
Biji Kopi Hijau ELB Green Dino menghadirkan kisah lengkap yang dibentuk oleh tanah vulkanik yang subur, iklim yang seimbang, dan pertanian Indonesia yang cermat. Biji kopi ini tumbuh dengan dukungan kuat dari mineral yang kaya, dataran tinggi di Daerah Aceh, dan tahap pematangan yang panjang yang memperkuat kedalaman dan aroma. Karena petani menggunakan metode panen yang terfokus dan proses semi-cuci, cangkir terakhir mempertahankan tepi yang bersih dengan warna cokelat yang hangat.spesifikasi
- Produk yang Tersedia: Biji Kopi Hijau
- Tipe: Arabika
- Ukuran Layar: 15–18
- Kelembaban: Maks 12%
- Triase: 7–9%
- Nilai Cacat: Maksimal 10%
- Skor Cupping: 82–86
- Tahun Panen: 2025
karakteristik
- Aroma/Keharuman: Bersih dan cerah dengan aroma tanah yang lembut
- Rasa: Hangatnya coklat lembut dengan keasaman lembut dan sedikit rasa buah
- Keasaman: Sedang, stabil
- Tubuh: Seimbang, bulat, dan stabil
- Bentuk Biji: Bentuk datar dengan garis tengah yang jelas
- Karakter Rebusan: Asam dan coklat dengan kedalaman hangat
- Daerah Produksi : Aceh (Takengon, Bener Meriah, Angkup, Sukarame, Bies, Jagung, Sabun, Pondokbaru)
- Kandungan Kafein: 0.8–1.4%
Skema Deskripsi
- Waktu dari Bunga hingga Menjadi Buah: 9 Bulan
- Produksi (Kg/Ha): 800 hingga 1500
- Suhu Optimal: 13 hingga 28°C
- Curah Hujan Optimal: 100 hingga 3000 mm
- Ketinggian: 1100 hingga 1500 dari Permukaan Laut (dl)
- Jenis Tanah: Tanah Hitam / Tanah yang Terbentuk dari Material Muda Vulkanik yang Sangat Subur, yang Mengandung Nutrisi Mikro Penting bagi Tanaman.
- Negara Asal: Indonesia
- Daerah Produksi : Aceh (Takengon, Bener Meriah, Angkup, Sukarame, Bies, Jagung, Sabun, Pondokbaru)
- Kandungan Kafein: 0.8 hingga 1.4%
- Bentuk Biji: Datar dengan Garis Tengah yang Jelas
- Karakter Rebusan: Asam & Cokelat
- Metode Panen : Mekanis dan Petik Tangan
- Metode Pengolahan: Metode Semi-cuci
Review
Tidak ada ulasan.